Minggu, 18 Juni 2017 | 10:39 WIB

Menteri Luhut Dorong Cina Kurangi Emisi Bahan Bakar  

Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendorong Cina untuk memenuhi campuran biodiesel sebesar 5 persen (B5) dalam produk solar yang dijual di Cina. Hal itu dilakukan untuk membantu Cina dalam memenuhi komitmen pengurangan emisi dalam Paris Climate Change Agreement.

“Indonesia saat ini sudah mewajibkan campuran biodiesel 20 persen (B2D) untuk penggunaan dalam negeri, hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Indonesia dalam hal pengurangan emisi,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan dalam pesan pesan tertulisnya, Ahad, 17 Juni 2017.

Ia menambahkan, untuk membantu langkah tersebut pemerintah dan kalangan bisnis palm oil dari Indonesia siap meningkatkan suplai ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), sekaligus juga berinvestasi di pabrik biodiesel jika memang diperlukan. 

Baca: Investasi Cina di Indonesia Tembus US$ 1,6 Miliar

Pemerintah Indonesia juga akan berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga CPO dan biodiesel yang akan diekspor ke Cina. Menurut dia, peningkatan ekspor CPO juga berdampak pada program pengentasan kemiskinan di Indonesia. “Bila Cina menerapkan kewajiban campuran 5 persen biodiesel, kedua negara akan mendapatkan manfaat yang besar, Cina dapat membantu capaian pengurangan emisi,” kata Luhut.

Luhut dan delegasi Indonesia mengadakan kunjungan kerja ke Cina sejak 15 Juni, salah satunya dengan mengunjungi kantor Wakil Perdana Menteri Zang Ghaoli, guna memaparkan kembali maksud dan tujuan dari kunjungan resminya.

Simak: Cina Sesumbar Siap Gelontorkan Rp 1.652 Triliun untuk Jalur Sutra

Luhut lalu menjelaskan, dia telah ditunjuk langsung oleh pemerintah Indonesia dan bertujuan menindaklanjuti pertemuan sebelumnya, antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Republik Rakyat Cina Xi Jinping dalam forum “One Belt One Road Conference” pada Mei 2017.

Ia juga ingin memaparkan terlebih dahulu capaian yang diraih oleh pemerintah Indonesia sebelum berdialog lebih detail dengan Wakil Perdana menteri Cina. Di antaranya mengenai level Indonesia yang meningkat dalam bidang investasi, serta pembangunan infrastuktur dalam negeri yang masif. 

“Yakni dengan anggaran mencapai Rp 387 triliun, ekonomi Indonesia yang tumbuh konsisten di angka 5 persen, dan cadangan devisa besar dan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dengan nilai US$ 125 miliar,” ujarnya.

DESTRIANITA

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan