Penyidik KPK – Antara/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan TNI terus melakukan koordinasi untuk mengungkap kasus korupsi yang terjadi di dalam tubuh institusi militer tersebut.

Juru Bicara KPK Febridiansyah mengatakan, pengungkapan dugaan korupsi pengadaan helikopter angkut AW-101 di TNI Angkatan Udara Tahun 2016 – 2017 serta suap terkait pengadaan alat monitoring satelit di tubuh Badan Keamanan Laut (Bakamla) merupakan salah satu bentuk sinergi dua institusi tersebut.

“Kasus ini merupakan kasus kedua setelah kasus dugaan suap terkait pengadaan alat monitoring satelit di Bakamla RI tahun 2016 yang secara sinergi dikoordinasikan antara KPK dan TNI sesuai dengan kewenangan masing-masing,” kata Ferbidiansyah dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Sabtu (17/6/2017).

Adapun kerja sama yang dilakukan meliputi pemeriksaan saksi secara bersama, penggeledahan dan koordinasi perkembangan penanganan perkara secara intens. Hal itu juga telah diumumkan sebelumnya oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sebelumnya dalam alam pengembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam Pengadaan Helikopter angkut AW-101 di TNI Angkatan Udara (TNI AU) Tahun 2016 – 2017, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status kasus tersebut ke penyidikan. Dalam kasus ini, KPK menetapkan IKS (Direktur PT DJM) sebagai tersangka.

Tersangka IKS selaku Direktur PT DJM diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pengadaan helikopter angkut AW-101 di TNI AU Tahun 2016 – 2017. Akibatnya, negara diduga mengalami kerugian keuangan negara sekitar Rp224 miliar.

Atas perbuatannya, IKS disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Dalam kasus ini pihak POM TNI telah menetapkan 3 orang lainnya sebagai tersangka dari pihak militer.

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan