Liputan6.com, Jakarta – Menjelang lebaran, orang-orang biasanya mulai menyetok bahan makanan berikut sembako untuk keperluan lebaran. Tidak heran kalau supermarket dan pasar penuh sesak.

Namun perasaan takut kehabisan stok barang ini acapkali membuat kita belanja impulsif. Setelah lebaran usai, barulah kita sadar besarnya pengeluaran dan banyak makanan yang akhirnya mubazir.

Sebelum bangkrut alias benar-benar kehabisan uang usai lebaran, hindari kesalahan belanja seperti dikutip dari CekAja.com:

1. Terjebak diskon

Saat bulan Ramadan sampai lebaran, diskon alias potongan harga akan banyak menghiasi tempat perbelanjaan. Biasanya jika melihat diskon, kita langsung berpikir kalau otomatis harga menjadi lebih murah. Tapi ini tidak selalu terjadi.

Biasanya tempat perbelanjaan punya trik untuk menyiasati agar tetap untung. Misalnya dengan menaikkan harga asli lalu memberi diskon, memberlakukan promo beli dua gratis satu, atau diskon setelah minimal pembelanjaan tertentu.

2. Ngotot membeli merek tertentu

Memang acapkali kita menemukan situasi di mana pepatah ‘ada harga ada barang’ berlaku. Maksdunya kalau harganya mahal, biasanya kualitas barang memang bagus. Tapi ini bukan jaminan mutlak. Karena faktanya banyak barang dengan kualitas baik yang dijual dengan harga terjangkau.

Nah ketika Anda ngotot membeli merek tertentu yang lebih mahal, sedangkan ada barang yang sama dengan kualitas sama bagusnya namun harganya lebih murah, sebenarnya Anda tengah melakukan pemborosan. Turunkan sedikit gengsimu demi penghematan.

Tonton video menarik berikut:

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan